DANA KAS KECIL

 Assalamu'alaikum Sobat Ak....

Apa kabar???

semoga pembaca setia blog ini sehat selalu, dan murah rezeki selalu. aamiin 


yuk lanjut belajar 😉

Kas kecil Petty cash adalah uang tunai yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. Misalnya : pembelian materai, perangko, rekening telepon, rekening listrik, air, perlengkapan kantor, biaya keamanan, dan biaya kebersihan dll.

Metode pencatatan dana kas kecil ada 2, yaitu :

1. Metode dana tetap (imprest fund method)

Dalam sistem dana tetap, besarnya dana kas kecil selalu tetap sebesar dana kas kecil yang telah ditentukan. bila jumlah kas kecil berkurang karena melakukan pembayaran-pembayaran, maka pada akhir periode pengelola dana kas kecil akan meminta pengisian kembali kas kecilnya sejumlah uang yang telah dikeluarkan sehingga jumlah uang dalam kas kecil kembali lagi seperti semula.

pada saat pengisian kembali dana kas kecil harus didukung dengan bukti-bukti pengeluaran.

dalam sistem dana tetap pengelola kas kecil tidak menyelenggarakan pembukuan, melainkan hanya mengadakan pencatatan kas kecil yang sifatnya internal untuk mengetahui saldo kas. pencatatan dalam jurnal umum dilakukan oleh pemegang kas besar

Pada saat terjadi transaksi pembayaran, biaya tidak langsung dicatat dalam jurnal tetapi ditunda hingga saat pengisian kembali dana kas kecil.

Jadi bukti-bukti transaksinya disimpen dulu, di kumpulin dulu, buat jurnal nya nanti pas kita mau ngisi kas kecil lagi..

 

2. Metode dana tidak tetap (fluctuation fund method)

Pembentukan dana kas kecil dalam sistem dana tidak tetap dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti metode sistem dana tetap.

Namun demikian terdapat beberapa perbedaan antara sistem dana tetap dan tidak tetap sbb:

- Saldo : kalo sistem dana tetap, saldonya selalu tetap sesuai dengan yg di tentukan perusahaan. Jumlah pengisian saldonya sama dengan jumlah pengeluarannya, jadi saldo kas kecil akan selalu tetap. Beda sama metode dana tidak tetap. Saldo kasnya berubah ubah, saat pengisian kembali pun, ngisi kas kecilnya tidak perlu sama persis dengan pengeluarannya.

- Jurnal : kalo sistem dana tetap, ngejurnalnya pada saat pengisian kembali. Tapi kalo dana tidak tetap, ngejurnalnya setiap terjadi transaksi.

- buku kas kecil : dalam sistem dana tetap buku kas kecil hanya berfungsi sebagai alat kontrol dan tidak dapat diposting ke buku besar. Sedangkan sistem dana tidak tetap, buku kas kecil berfungsi sebagai jurnal dan menjadi dasar untuk diposting ke akun akun buku besar.

- Ajp : untuk sistem dana tetap pengeluaran kas kecil yang sampai akhir periode belum dicatat perlu dibuat jurnal penyesuaian, dan awal periode berikutnya dibuat jurnal jurnal pembalik. sebaliknya dalam sistem dana tidak tetap, pengeluaran kas kecil yang sampai akhir periode belum dicatat tidak perlu dibuat ajp dan tidak perlu dibuat jurnal pembalik sebab setiap pengeluaran langsung dicatat di jurnal.

 

Contoh :

1/1/2020 di bentuk dana kas kecil sebesar Rp. 500.000

3 jan 2020 di beli perlengkapan kantor sebesar Rp. 50.000

10 Jan 2020 di bayar air, listrik dan telp sebesar Rp. 400.000

15 jan 2020 pemegang kas kecil menyerahkan bukti-bukti pengeluaran kepada pemegang kas untuk penggantian dana kas kecil. Sekaligus pengisian kembali kas kecil

 

METODE SISTEM DANA TETAP

Maka jurnalnya:

1 jan 2020 pembentukan dana kas kecil

Kas kecil (d)                                        Rp. 500.000

Pada Kas / Bank (K)                                         Rp. 500.000

(Ket: pembentukan dana kas kecil)

 

3 jan 2020 transaksi

Tidak ada jurnal

 

10 jan 2020

Tidak ada jurnal

 

15 jan 2020 pengisian kembali kas kecil

Perlengkapan kantor (D)               Rp. 50.000

Beban air, listrik & Tlp (D)             Rp. 400.000

Kas kecil (K) Rp.                                                 450.000

(Ket: Pencatatan pengeluar kas kecil)

 

Kas kecil (d)                        Rp. 450.000

Kas / Bank (k)                     Rp. 450.000

(Ket: Pengisian kembali kas kecil)

 

Jadi tgl 15 kita buat dua jurnal.. jurnal untuk mencatat transaksi kas kecil.

Dan jurnal untuk pengisian kembali kas kecil.

 

Atau kalo mau diringkas tgl 15 nya, bisa juga di buat jurnal seperti ini :

Perlengkapan kantor (D)               Rp. 50.000

By, air, listrik & Tlp (D)                    Rp. 400.000

Kas / Bank (K)                                                     Rp. 450.000

 

METODE SISTEM DANA TIDAK TETAP

Maka jurnalnya:

1 jan 2020 pembentukan dana kas kecil

Kas kecil (d)                                        Rp. 500.000

Pada Kas / Bank (K)                                         Rp. 500.000

(Ket: pembentukan dana kas kecil)

 

3 jan 2020 transaksi

Perlengkapan kantor (D)               Rp. 50.000

Kas Kecil (K)                                        Rp. 50.000

(Pembelian perlengkapan kantor)

 

10 jan 2020 transaksi

Beban air, listrik & Tlp (D)             Rp. 400.000

Kas kecil (K)                                        Rp. 400.000

(Pembayaran B. air, listrik & Tlp)

 

15 jan 2020 pengisian kembali kas kecil

Kas kecil (D)                        Rp. 500.000

Kas / Bank (K)                     Rp. 500.000

(Pengisian kembali kas kecil)

 

Untuk AJP

Contoh soal

28 jan 2020 dibayar iuran keamanan Rp. 100.000

31 jan 2020 dibeli materai Rp. 150.000

Karena saldo kas kecil masih cukup untuk beberapa hari kedepan, maka pengisian kembali akan di lakukan tgl 3 Feb 2020.

Maka perlu di buat AJP nya Sbb :

Beban keamanan (D)                      Rp. 100.000

Perlengkapan kantor (D)               Rp. 150.000

Kas kecil (K)                                        Rp. 250.000

Sumber materi : buku akuntansi (siklus akuntansi tingkat menengah) penerbit : yudistira

Sekian

CMIIW

dibaca pelan-pelan, di fahami, di catet biar ga lupa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Elemen-Elemen Transaksi Perguruan Tinggi

HARGA POKOK ITU APA SIH???