KAS
Assalamu’alaikum..
Haiii Sobat Ak…
Kali ini kita bahas materi tentang “KAS”.
Kas adalah aktiva lancar perusahaan yang terdiri dari uang kertas uang logam dan kertas berharga yang mempunyai sifat seperti uang, yaitu dapat diterima sebagai alat pembayaran atau alat tukar termasuk juga simpanan di Bank yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
Kas adalah aktiva yang dimiliki dan
digunakan pada hampir semua penghasilan. kas merupakan alat tukar dan juga
digunakan sebagai dasar pengukuran dalam akuntans.
Ibarat seorang manusia kas merupakan darah
yang akan mengalir di tubuh perusahaan. Kas akan memberikan dukungan terhadap
seluruh operasional bagian tubuh perusahaan. jika kas yang mengalir mengalami
gangguan, operasional perusahaan akan dapat terganggu. Begitu pentingnya kas
bagi seluruh perusahaan sehingga kas merupakan aktiva yang paling likuid dan di
letakkan di bagian atas neraca.
Motif
utama perusahaan memegang uang kas antara lain:
1. Motif transaksi, yaitu kas diperlukan
untuk memenuhi pembayaran-pembayaran yang timbul dari kegiatan bisnis
2. Motif berjaga-jaga, yaitu kas
diperlukan untuk berjaga-jaga Apabila terjadi kebutuhan pembayaran kas yang tak
terduga
3. motif spekulasi, yaitu kas diperlukan untuk melakukan transaksi spekulatif agar mendapat keuntungan Jika ada peluang jangka pendek
Salah satu hal yang sering terjadi di
perusahaan adalah terjadinya selisih kas.
Kas antara pencatatan dengan kas yang kita
pegang kadang gak sesuai alias ga balance.
Kalo dalam akuntansi, kalo terjadi selisih
kas.. ada perhitungannya.. jadi si pemegang kas ngga perlu ganti atau nombok
kalo terjadi selisih.
Pengertian selisih kas itu sendiri adalah merupakan perbedaan yang terjadi antara jumlah kas menurut perhitungan fisik dan catatan khas yang ada pada rekening bank maupun catatan buku besar kas pada perusahaan
Terjadinya selisih kas dapat disebabkan
karena kehilangan akibat kekeliruan saat transaksi penjualan tunai misalnya,
1. kekeliruan saat melakukan pengembalian
uang kepada pelanggan
2. Kesalahan mencatat yang dilakukan baik
pada saat melakukan penerimaan kas maupun pengeluaran kas yang kemudian baru
diketahui adanya selisih setelah dilakukan pencakokan pada saldo kas perusahaan
maupun pada bank
Apabila kas menurut perhitungan fisik
lebih besar dibanding menurut catatan buku besar kas disebut selisih
kas lebih (cash overage)
Tapi apabila kas menurut perhitungan fisik lebih kecil dibanding menurut catatan buku besar kas disebut selisih kas kurang (cash Shortage)
Nah kalo pada akhir periode setelah
dilakukan pencocokan kemudian terjadi selisih kas.. maka pencatatan jurnal penyesuaian
nya adalah sebagai berikut :
selisih kas lebih, jurnalnya adalah :
KAS (D)
SELISIH KAS (K)
Selisih kas kurang, jurnalnya adalah :
SELISIH KAS (D)
KAS (K)
Contoh
soal
Saldo kas menurut buku kas menunjukkan
jumlah debit 12.560.000, Sedangkan jumlah kas menurut perhitungan fisik
menunjukkan jumlah Rp. 12.545.000
Jurnal penyesuaian untuk mencatat selisih
kas tersebut adalah :
Karena yg kita catet (buku kas) lebih
gede, dari uang yg adav sebenarnya (perhitungan fisik) maka selisih kas kurang
(cash shortage). Jadi biar pencatatan buku kas nya berkurang diperlukan jurnal
penyesuaiannya sebagai berikut :
Selisih kas Rp. 15.000
Kas Rp. 15.000
(Noted : 12.560.000 - 12.545.000 = 15.000)
Jadi patokannya itu perhitungan fisiknya
kalau misalnya uang yang kita pegang itu lebih besar daripada yang dicatat
berarti dia selisih kas lebih, tapi kalau uang yang kita pegang lebih kecil
daripada yang kita catat di buku Berarti itu namanya selisih kas kurang
Nah kenapa casnya ditaruh di kredit supaya
nanti pas neraca saldo di sesuaikan pencatatan kas nya berkurang.
Selisih kas kurang yang jumlahnya tidak
materil (kecil) dapat dianggap sebagai kerugian perusahaan dan dicatat sebagai
beban lain-lain, sebaliknya kas lebih yang tidak materil dapat dianggap sebagai
pendapatan lain-lain.
namun jika selisih kas cukup besar dan
dapat diketahui keberadaannya dan kemungkinan dapat ditagih maka dapat dianggap
sebagai piutang. Apabila tidak dapat ditagih selisih kas dilaporkan sebagai
rugi luar biasa (extra Ordinary losses)
Contoh kasus selisih kas kurang yang tidak
materil itu kayak selisih karna pembulatan. Nah itu kan kecil ya dan gak
diketahui keberadaannya. Jadi kalo selisih kurang, dimasukin ke beban lain-lain
aja. Tapi kalo selisih lebih masuknya ke jurnal pendapatan lain-lain.
Sekian.
CMIIW
Dibaca, disimak, difahami, di share kalo
bermanfaat J
Komentar
Posting Komentar