PROSES AKUNTANSI DI PERUSHAAN MANUFAKTUR
Berbeda dengan perusahaan jasa dan dagang, proses akuntansi di perusahaan manufaktur tahap transaksinya dimulai dari pembelian bahan baku.
*BAHAN BAKU*
Pembelian bahan baku, seperti halnya perusahaan dagang, dicatat dalam buku
pembelian (untuk pembelian kredit) dan buku pengeluaran kas (untuk pembelian
tunai). Pembayaran utang yang bersangkutan dicatat dalam buku pengeluaran
kas.
Di buku besar, Pembelian bahan baku dicatat dalam akun pembelian dan akun-akun
lain yang berhubungan, misalnya potongan pembelian serta pembelian retur dan
pengurangan harga.
pengeluaran bahan baku dari gudang untuk produksi tidak dicatat. Pemakaian
bahan baku selama periode dihitung sebagai berikut :
*Persediaan awal periode + pembelian selama periode = bahan baku tersedia untuk
produksi
*bahan baku tersedia untuk produksi - persediaan akhir = Pemakaian bahan baku
selama periode.
Seperti perusahaan dagang, akun persediaan bahan baku
hanya digunakan untuk menampung ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode.
jurnal penyesuaian dibuat untuk nilai persediaan yang ada di awal dan akhir
periode. sementara itu, nilai persediaan ditentukan dengan menggunakan
perhitungan fisik. Jurnal penyesuaian untuk persediaan awal dan akhir dilakukan
terhadap akun ikhtisar harga pokok produksi.
*BURUH LANGSUNG / TENAGA KERJA LANGSUNG*
Pembayaran upah kepada buruh langsung dicatat dalam buku pengeluaran kas. Dalam
buku besar perlu disediakan akun tersendiri untuk biaya buruh langsung. Pada
akhir periode dibuatkan jurnal penyesuaian untuk upah yang masih belum saatnya
dibayar. pembebanan biaya buruh langsung dilakukan dengan membuat jurnal
penutup ke akun Ikhtisar Harga Pokok Produksi.
*BIAYA PABRIKSASI (Biaya Overhead pabrik)*
Biaya ini terdiri dari berbagai jenis, misalnya bahan pembantu, buruh tidak
langsung, gaji, listrik, telepon, perlengkapan pabrik, pemeliharaan dan
perbaikan, asuransi, penyusutan bangunan pabrik, penyusutan mesin-mesin pabrik,
penyusutan kendaraan pabrik, penyusutan peralatan pabrik, dan lain-lain. untuk
tiap-tiap jenis biaya dapat dibuatkan akun tersendiri di buku besar atau kalau
ingin lebih sederhana dalam buku besar hanya disediakan satu akun saja yaitu
biaya overhead pabrik sebagai akun induk (pengendali).
Rincian biaya pabrikasi ke dalam tiap-tiap jenis biaya dicatat dalam buku
tambahan. Pembelian biaya pabrikasi, misalnya Pembelian bahan pembantu dicatat
dalam buku pembelian. pembayarannya dicatat dalam buku pengeluaran kas.
Pembebanan biaya pabrikasi ke dalam produksi dilakukan dengan membuat jurnal
penutup atas akun yang bersangkutan. akun lawannya adalah Ikhtisar Harga Pokok
Produksi.
*PERSEDIAAN DALAM PROSES*
Proses produksi adalah kegiatan yang berlangsung terus-menerus. sementara itu,
akuntansi harus melaporkan informasi keuangan secara berkala. akibatnya, pada
saat laporan keuangan harus dibuat, terdapat kemungkinan adanya sebagian barang
yang belum selesai diproses. Walaupun demikian biaya yang telah terjadi untuk
barang itu tetap harus dilaporkan. Inilah yang dicantumkan sebagai persediaan
dalam proses.
untuk memperoleh harga pokok produksi yang telah selesai, biaya pabrik ditambah
dengan nilai persediaan dalam proses di awal periode dan dikurangi dengan nilai
persediaan dalam proses di akhir periode.
Persediaan dalam proses, baik di awal maupun akhir periode diperoleh dengan
jalan melakukan perhitungan fisik. untuk sementara jangan diperhatikan dulu
Bagaimana menghitung nilai persediaan dalam proses. yang perlu diketahui adalah
bahwa nilai ini terdiri dari biaya bahan baku, buruh langsung, dan biaya
pabrikasi yang telah terjadi sampai dengan saat ini dilaporkan.
untuk mencatat nilai persediaan dalam proses, dibuatkan akun yang diberi nama
"persediaan dalam proses"
pada akhir periode dibuat jurnal penyesuaian untuk menghilangkan persediaan
dalam proses awal dan membebankan nya ke proses produksi. Sementara itu jurnal
penyesuaian lain dibuat untuk menimbulkan persediaan dalam proses yang ada pada
akhir periode. akun lawan yang digunakan dalam jurnal penyesuaian adalah
ikhtisar harga pokok produksi.
*LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI*
Kegiatan produksi selama periode dilaporkan dalam laporan harga pokok produksi.
Laporan ini merupakan perhitungan harga pokok barang yang selesai diproduksi
selama suatu periode.
Sumber materi : dosen akuntansi
& buku akuntansi suatu pengantar, penulis : Soemarso S.R.
Komentar
Posting Komentar