SEJARAH PENEMU AKUNTANSI

 Haiii Sobat Ak…

Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat J

Ada yang tahu siapa bapak akuntansi dunia???

Pernah ga ada yang tiba tiba nanya ke kalian, siapa sih bapak akuntansi dunia?? Jujur aja nih, admin pernah di tanya sama abang grab pas lagi di jalan mau ke rumah pulang kuliah. Biasa abang-abang suka nanya-nanya, pas tau jurusan aku akuntansi, dia tetiba nanya “tau ga neng siapa bapak akuntansi dunia?”

Aku auto mikir, pernah baca di buku sejarah tapi ga inget siapa namanya wkwk, yang aku inget malah nama bapak palang merah dunia “jen henry dunant” wkwkw

Akuntansi merupakan salah satu ilmu paling tua yang telah dikenal manusia. Perkembangan aktivitas manusia dalam sektor perdagangan di saat yang bersamaan akan memicu pula perkembangan dalam pencatatan dan administrasi. Maka tidak heran jika banyak ditemukan bukti pencatatan sejak zaman peradaban Babilonia (4500 SM) dan kerajaan Mesir (2250 SM). Namun walaupun demikian, modernisasi akuntansi baru berlangsung berabad-abad kemudian.

Setiap buku Akuntansi hampir selalu mencantumkan nama Luca Pacioli, seorang ilmuan dan pengajar beberapa universitas yang lahir di Tuscany-Italia pada tahun 1445, diakui sebagai bapak akuntansi modern. Melalui bukunya yang berjudul Summa de Arithmatica, Geometria, Proportioni et Proportionita yang diterbitkan pada tahun 1494 M, Pacioli dianggap telah merangkum konsep dasar akuntansi yang sekarang disebut double entry. Namun sesungguhnya, akuntansi telah jauh berkembang jauh sebelum buku itu terbit. Luca Pacioli sesungguhnya tidak menciptakan sistem double entry; ia hanyalah menuliskan praktik-praktik pedagang Genoa dan Venesia sejak abad ke-13 sejak terbukanya jalur perdagangan antara kawasan Mediterania dengan Timur Tengah.

 

Puluhan tahun sebelumnya, seorang ilmuwan Muslim bernama Abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani, ulama muslim telah menuliskan karya di bidang akuntansi dengan judul “Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqat” ditulis pada 765 H./1363 M.

Tulisan ini disimpan di perpustakaan Sultan Sulaiman Al-Qanuni di Istanbul Turki, tercatat di bagian manuskrip dengan nomor 2756, dan memuat tentang akuntansi dan sistem akuntansi di negara Islam. Huruf yang digunakan dalam tulisan ini adalah huruf Arab, tetapi bahasa yang digunakan terkadang bahasa Arab, terkadang bahasa Parsi dan terkadang pula bahasa Turki yang populer di Daulah Utsmaniyah. Buku ini telah ditulis kurang lebih 131 tahun sebelum munculnya buku Pacioli. Memang, buku Pacioli termasuk buku yang pertama kali dicetak tentang sistem pencatatan sisi-sisi transaksi (double entry), dan buku Al Mazindarani masih dalam bentuk manuskrip, belum dicetak dan belum diterbitkan.



Al Mazindarani berkata bahwa ada buku-buku–barangkali yang dimaksudkan adalah manuskrip-manuskrip–yang menjelaskan aplikasi-aplikasi akuntansi yang populer pada saat itu, sebelum dia menulis bukunya yang dikenal dengan judul: ”Risalah Falakiyah Kitab As Sayaqat”. Dia juga mengatakan bahwa secara pribadi, dia telah mengambil manfaat dari buku-buku itu dalam menulis buku “Risalah Falakiyah” tersebut. Al Mazindarani menjelaskan dalam manuskripnya tentang pelaksanaan pembukuan yang populer pada saat itu dan kewajiban-kewajiban yang harus diikuti.

 

Di antara contoh pelaksanaan pembukuan yang disebutkan oleh Al-Mazindarani adalah sebagai berikut :

·  Apabila di dalam buku masih ada yang kosong, karena sebab apa pun, maka harus diberi garis pembatas, sehingga tempat yang kosong itu tidak dapat digunakan. Penggarisan ini dikenal dengan nama Tarqin.

·   Harus mengeluarkan saldo secara teratur. Saldo dikenal dengan nama Hashil.

·   Harus mencatat transaksi secara berurutan sesuai dengan terjadinya.

·   Pencatatan transaksi harus menggunakan ungkapan yang benar, dan hati-hati dalam menggunakan kata-kata.

· Beberapa kaidah dalam manuskrip tersebut yang terkait dengan praktik double entry adalah: pertama, harus mencatat pemasukan di halaman sebelah kanan dengan mencatat sumber-sumber pemasukan tersebut. Kedua, harus mencatat pengeluaran di halaman sebelah kiri dan menjelaskan pengeluaran tersebut.

 

Penelusuran Sri Nurhayati dan Wasilah dokumentai yang baik mengenai akuntansi negara Islam pertama kali dilakukan oleh al-Khawarizmy pada 976 M. ada tujuh hal khusus dalam sisem akuntasi yang dijalankan oleh al-Khawarizmy dan al-Mazendarany yaitu sistem akuntansi untuk kebutuhan hidup, kontruksi, pertanian, gudang, mata uang, peternakan dan perbendaharaan. Dengan beberapa fakta hasil penelitian bebrapa ahli tersebut membuka ruang pemikiran kita tentang asal mula akuntasi modern.

nah kita jadi tahukan siapa penemu akuntansi pertama kali, dan siapa yang telah merangkum konsep dasar akuntansi, menjadikannya buku yang sampai saat ini teorinya kita pakai dan terus di kembangkan.

sumber :

https://medium.com/@zidnaqoulan/mengulik-sejarah-akuntansi-antara-italia-dan-arabia-4f0fbd3b8b76

https://serambiummah.tribunnews.com/2014/11/06/inilah-ulama-muslim-penemu-akuntansi

http://www.bernas.id/amp/58624-bapak-akuntansi-modern-luca-pacioli-atau-al-khawarizmi.html

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Elemen-Elemen Transaksi Perguruan Tinggi

HARGA POKOK ITU APA SIH???